Kamis, 22 Juli 2010

Bisakah seperti mereka


saat itu aku melihat sebuah keimanan yang mutlak
ketika aku di masjid, disampingku adalah seorang buta
ia shalat dengan sangat khusyu'

aku memperhatikannya,
ia slalu menempati tempat yang sama disetiap minggu
kala ia shalat jum'at

kegelapan bukan senjata penghancur keimanannya
bukan pula alasan dia murka terhadap kehendak ilahi
tapi titik pertemuan dengan sang khalik

dalam kegelapan dia berimajinasi terhadap tuhannya,,
mulia benar niatnya yang slalu setia menduduki tempat ia shalat
masjid ini akan menjadi saksi kejernihan mata butanya, yang memilih tempat terbaik untuk mengadu...

ketika selesailah ia dalam shalatnya,
dia diantar sahabatnya, sahabat yang tua renta seperti ia,
sahabatnyalah yang menitikan arah, guna membbantu tapak renta sang buta menuju tempat agung

ya..Rabbi muliakanlah si buta, dan muliakanlah penunjuk arahnya yaitui sahabatnya
aku selalu ingin bertemu orang-orang ahli suyurga layak mereka
sekarang, maupun untuk sejenak waktuku dimasa depanku...

0 komentar:

Posting Komentar