Jumat, 03 September 2010

Aku Ingin bercerita nih,,,,, Tentang Pengalamanku di Jalanan, Cerita ini Berjudul Pengemis Buntung VS Nenek Tua

kamis 2 september 2010
hari ini aku harus menyerahkan transkip nilai dan KHS pada dosen waliku, pekerjaan yang cukup menguras fikiran selama beberapa hari, tapi yang ingin aku kisahkan bukanlah mengenai nilai, atau tetek bengek masalah perkampusan ku, tapi kisah yang aku dapat pada hamparan lukisan jalanan,,

aku mempersiapkan sijagoan hitam yang sangat aku suka untuk berkendara di siang ini, kali ini luar dari biasa, matahari seakan bengis meludahkan panasnya dngan terik,tapi tetap aku bertkad untuk pergi,,, aku mengendarai sijago hitamku dengan bergegas dan hingga sampainya aku di lampu merah, aku melihat seorang laki-laki perkasa, tegap, duduk di pinggir jalan serentak aku kagum, taklama aku melihat kaki buntung menganga, tangan tertengada keatas , dengan raut melankolis yang dia miliki, aku iba,,, tapi keibaanku berubah menjadi dengki, ternyata dia hanya pria malas brkedok buntung palsu dengan muka memelas yang selaras dengan munafik!!! kemuakanku makin menjadi karena didukung cuaca yang kian panas sampai-sampai aku melihat fatamorgana di jalanan dengan aspal super panas.

Lampu hijau menyala, aku bergegas menarik gas bersaing dengan yang lain meninggalkan aspal bergaris putih dan meniggalkan kemuakan itu, dalam lajuku taklama aku melihat seorang nenek tua berdiri di beton tengah jalan, ia terlihat kebingungan, melihat kanan kiri, aku fikir ia ingin menyeberang, aku menepi, aku menyeberang untuk menghampiri nenek tua itu, seorang tua renta dengan kebaya biru langit, memakai samping batik, dan berkerudung merah muda, ketika aku sampai aku memperhatikannya, tangannya mengepal, raut keriputnya bimbang tapi ceraia, semangatnya terlihat menggebu yang tercitra dari matanya yang ambisius dan kakinya yang kecil namun kuat. "ne' nene' mau menyeberang? aku bantu ya ne'" saut ku, "boleh na'" nene' menjawab. sesampainya diperaduan yang ia tuju, ternyata ia seorang penjual serabi yang sebatang kara, ditinggalkan sanak keluarganya ditengah antah berantah jalanan Palimanan, kemudian ia memberiku oleh-oleh berupa nasehat, "na' ketika kamu berada dijalanan dan melihat seseorang seperti nene', berhentilah dan tolonglah dia, na' kamu harus bisa membahagiakan orangtuamu ya, na' berjuanglah untuk hidup walau untuk mendapatkan 1000 saja dan halal, kamu harus menyeberangi tempat yang berbahaya" "ia ne' akan saya amalkan" saut ku, aku mencium tangannya, mengucapkan slam, dan melanjutkan perjalananku dengan menghla nafas penuh khidmat dan syukur.

"pertarungan silaki-laki kekar berkedok buntung VS nenek tua renta deng perjuangannya" ok! silaki-laki berbadan kekar sedangkan nenek berbadan kurus, kring, dan kecil, untuk fisik nenek kalah, tapi pertarungan tekad!, perjuangan hidup!, sikap!, si nenek menang!!! dan silaki-laki pengemis, dengan kedok dan segala kemunafikkannya itu kalah!!!

nenek..... U Win..!

0 komentar:

Posting Komentar