Senin, 13 September 2010

PRISAI

hijau pekat,
menarik secarik atur sebagai pengatur
badik yang terukir dengan lafadz jihad
tak selamanya benar!

kepastian kebenaran itu sedang aku cari
jangan mencaci karena kini pijakku hanya nurani
dan apa yang ku pahami sebagai modal fikir ku!
camkan!

tangan dengan lima jemari meringki
ingin memegang yang hak dia pegang

tapi yang aku pegang dengan jemari ini adalah
hal yang pekat dengan tinta kegagalan dan kesalahan
kini aku berambisi


ambisiku! Hunus opini munafik yang menghujat cita-cita ku!
suatu waktu, yang tertawa diatas kegagalanku akan bertepuk!!!!

0 komentar:

Posting Komentar