Senin, 13 September 2010

PRISAI

hijau pekat,
menarik secarik atur sebagai pengatur
badik yang terukir dengan lafadz jihad
tak selamanya benar!

kepastian kebenaran itu sedang aku cari
jangan mencaci karena kini pijakku hanya nurani
dan apa yang ku pahami sebagai modal fikir ku!
camkan!

tangan dengan lima jemari meringki
ingin memegang yang hak dia pegang

tapi yang aku pegang dengan jemari ini adalah
hal yang pekat dengan tinta kegagalan dan kesalahan
kini aku berambisi


ambisiku! Hunus opini munafik yang menghujat cita-cita ku!
suatu waktu, yang tertawa diatas kegagalanku akan bertepuk!!!!

Jumat, 03 September 2010

Aku Ingin bercerita nih,,,,, Tentang Pengalamanku di Jalanan, Cerita ini Berjudul Pengemis Buntung VS Nenek Tua

kamis 2 september 2010
hari ini aku harus menyerahkan transkip nilai dan KHS pada dosen waliku, pekerjaan yang cukup menguras fikiran selama beberapa hari, tapi yang ingin aku kisahkan bukanlah mengenai nilai, atau tetek bengek masalah perkampusan ku, tapi kisah yang aku dapat pada hamparan lukisan jalanan,,

aku mempersiapkan sijagoan hitam yang sangat aku suka untuk berkendara di siang ini, kali ini luar dari biasa, matahari seakan bengis meludahkan panasnya dngan terik,tapi tetap aku bertkad untuk pergi,,, aku mengendarai sijago hitamku dengan bergegas dan hingga sampainya aku di lampu merah, aku melihat seorang laki-laki perkasa, tegap, duduk di pinggir jalan serentak aku kagum, taklama aku melihat kaki buntung menganga, tangan tertengada keatas , dengan raut melankolis yang dia miliki, aku iba,,, tapi keibaanku berubah menjadi dengki, ternyata dia hanya pria malas brkedok buntung palsu dengan muka memelas yang selaras dengan munafik!!! kemuakanku makin menjadi karena didukung cuaca yang kian panas sampai-sampai aku melihat fatamorgana di jalanan dengan aspal super panas.

Lampu hijau menyala, aku bergegas menarik gas bersaing dengan yang lain meninggalkan aspal bergaris putih dan meniggalkan kemuakan itu, dalam lajuku taklama aku melihat seorang nenek tua berdiri di beton tengah jalan, ia terlihat kebingungan, melihat kanan kiri, aku fikir ia ingin menyeberang, aku menepi, aku menyeberang untuk menghampiri nenek tua itu, seorang tua renta dengan kebaya biru langit, memakai samping batik, dan berkerudung merah muda, ketika aku sampai aku memperhatikannya, tangannya mengepal, raut keriputnya bimbang tapi ceraia, semangatnya terlihat menggebu yang tercitra dari matanya yang ambisius dan kakinya yang kecil namun kuat. "ne' nene' mau menyeberang? aku bantu ya ne'" saut ku, "boleh na'" nene' menjawab. sesampainya diperaduan yang ia tuju, ternyata ia seorang penjual serabi yang sebatang kara, ditinggalkan sanak keluarganya ditengah antah berantah jalanan Palimanan, kemudian ia memberiku oleh-oleh berupa nasehat, "na' ketika kamu berada dijalanan dan melihat seseorang seperti nene', berhentilah dan tolonglah dia, na' kamu harus bisa membahagiakan orangtuamu ya, na' berjuanglah untuk hidup walau untuk mendapatkan 1000 saja dan halal, kamu harus menyeberangi tempat yang berbahaya" "ia ne' akan saya amalkan" saut ku, aku mencium tangannya, mengucapkan slam, dan melanjutkan perjalananku dengan menghla nafas penuh khidmat dan syukur.

"pertarungan silaki-laki kekar berkedok buntung VS nenek tua renta deng perjuangannya" ok! silaki-laki berbadan kekar sedangkan nenek berbadan kurus, kring, dan kecil, untuk fisik nenek kalah, tapi pertarungan tekad!, perjuangan hidup!, sikap!, si nenek menang!!! dan silaki-laki pengemis, dengan kedok dan segala kemunafikkannya itu kalah!!!

nenek..... U Win..!

Sabtu, 24 Juli 2010

Different Tribes of Friends


Pertemanan
hubungan biasa yang luarbiasa
waw...... kalo kita dapet temen yang super cocok ama kita, beuh kalo ngobrol,, dari pagi ampe pagi juga okeh!!! itu kalo klop!!!

tapi gimanayah rasanya punya temen beda daerah, beda bahasa, beda suku,,,,,??? gila....!!! gimana yah.... haha mungkin bagi kawand2 yang hidup di daerah laen, suku laen mungkin, negara laen???? pasti udah ngrasainlah.... tapi buat yang masih di daerah asal... hem jangan sedih,,, pasti dapet juga temen kaya gitu,,, "kaya gimana???", "yah gitu, beda daerah, bida suku, beda bahasa, beda kulit, beda muka, beda hidung, beda mata, dll dan yang pasti beda ibu!!!! haha....." contohnya saya... asi.......k tau, dari beda bahasa,, kita bisa ngobrol lama gara-gara masalah sepele, contohnya "eh kalo bahasa cirebonnya ngliat kan ndeleng kalo sundanya gimana??,,," "ndeleng aneh banget sih,,, kalo sundanyamah ningali" " pret itu lebih aneh lagi taplak!!!!" " ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha.." dari situ aja kita bisa ketawa..... cuma gara-gara beda bahasa doang.... nanya adat satu sama laen,,,, kebiasaan satu sama laen,,, euh mantap!!!

perbedaan watak mungkin engga enak buat pertemanan!! sapa bilang,,, watak orang indramayu, watak orang cirebon, watak orang majalengka, watak orang kuningan,...... tu kalo disatuin bisa buat suasana rame,,,, terbukti waktu debat masalah kata-kata,,, pas itu orang majalengka + kuningan mau pada pulang, mereka lewat dapur, merekaliat airmendidih di panci, kata si cirebon dan indramayu (mencegat mereka pulang),, eh aja balik dikit nang,, minum dingin...? kata mereka "maneh nu gelo teuing, eta cai mendidih, eh minum dingin!!!!" "cai??? kita ora masak cai tapi banyu" " eh taplak cai iku air ,maneh malah masak orang????" "ooo, beli jeh banyu iku air" "o.......... ti mana?" " jukut bae ning dapur" "loh ko malah jukut, Emang kambing" " jukut tuh ambil taplaaaaaaaaaaaaaak!!!"

nah, serukan,,, makanya cobaindeh pertemanan with different Tribes!!!!

Kamis, 22 Juli 2010

Bisakah seperti mereka


saat itu aku melihat sebuah keimanan yang mutlak
ketika aku di masjid, disampingku adalah seorang buta
ia shalat dengan sangat khusyu'

aku memperhatikannya,
ia slalu menempati tempat yang sama disetiap minggu
kala ia shalat jum'at

kegelapan bukan senjata penghancur keimanannya
bukan pula alasan dia murka terhadap kehendak ilahi
tapi titik pertemuan dengan sang khalik

dalam kegelapan dia berimajinasi terhadap tuhannya,,
mulia benar niatnya yang slalu setia menduduki tempat ia shalat
masjid ini akan menjadi saksi kejernihan mata butanya, yang memilih tempat terbaik untuk mengadu...

ketika selesailah ia dalam shalatnya,
dia diantar sahabatnya, sahabat yang tua renta seperti ia,
sahabatnyalah yang menitikan arah, guna membbantu tapak renta sang buta menuju tempat agung

ya..Rabbi muliakanlah si buta, dan muliakanlah penunjuk arahnya yaitui sahabatnya
aku selalu ingin bertemu orang-orang ahli suyurga layak mereka
sekarang, maupun untuk sejenak waktuku dimasa depanku...

Kamis, 01 Juli 2010

pertanyaan hidup


Dimana kau hendak dipenjarakan
kalau penjaralah tempatmu dilahirkan

kemana kau akan dikucilkan
kalau persemayamanmu di tempat pengucilan

orang-orang yang diusir
tumbuh di rumah orang-orang yang mengusir

orang-orang yang mengusir
takan bisa mengusir kelahiran
tapi diusir oleh kematian

buka sejenak dirimu
dengan pola rasa kebaikan

mari kita bersama membbasuh KEPALSUAN
dengan KESEJATIAN

Persahabatan Tanpa Batas


sahabat... hubungan tiada tara
ucapan ini mungkin takan membuat kau puas
tapi memberi bangga....
trimakasih sobat
keceriaanmu membuat keberadaanku terasa hangat
membuat hidupku berwarna dan penuh makna....
masa kita bukanlah di satu waktu itu,
tapi masa kita adalah suka duka dunya dan akhirat....
hubungan ini akan kita jaga selamanya...
kawand!!!! kalian terbaik!!!